• Jelajahi

    Copyright © Populer Riau
    Best Viral Premium Blogger Templates

     


    Iklan

    | SEPUTAR RIAU

    Bangun Musholla di Dalam Sungai Lokasi Wisata Tak Berpenghuni, Penghulu Eswandi Sebut Masyarakatnya Tak Mau Hibahkan Lahan

    Selasa, 27 Juni 2023, Juni 27, 2023 WIB Last Updated 2023-06-28T21:26:00Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Kondisi Musholla yang dibangun di dalam sungai oleh Pemkam Sri Gemilang dan Kondisi Wisata Berembang yang rusak parah


    KOTO GASIB - Pembangunan sebuah Musholla merupakan tujuan yang sangat mulia dengan fungsinya sebagai tempat ibadah Umat Islam, serta untuk kegiatan keagamaan lainnya seperti mengaji, wirid Yasin dan juga bisa berfungsi untuk pertemuan majelis lainnya yang bersifat keagamaan khusus umat islam. 

    Selain itu juga biasanya bangunan sebuah Musholla mempunyai bentuk, karateristik dan punya ciri khas khusus tersendiri seperti bangunan sebuah Masjid, namun bentuk Musholla agak sedikit lebih kecil dari Bangunan Masjid yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan tentunya lokasi berdiri bangunan biasanya berada pada pemukiman penduduk yang berasal dari tanah hibah atau wakafnya masyarakat sekitar

    Berbeda jauh halnya dengan pembangunan sebuah Musholla di Kampung Sri Gemilang Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak, yang dibangun oleh Pemerintah Kampung Sri Gemilang menggunakan dana provinsi dengan sumber dana dari PBP tahun 2022, besar biaya Rp.46.635.700 

    Pasalnya, bangunan Musholla didirikan pada lokasi Daerah Aliran Sungai tepatnya di dalam Sungai, disekitarnya merupakan Kawasan Wisata Mangrove dengan kondisi saat ini sudah hancur, tidak terurus,rusak berat bahkan sudah lama ditutup karena kayu trek jembatannya sudah lapuk dan banyak yang hancur bahkan tidak ada lagi

    Sementara itu Penghulu Sri Gemilang Eswandi Candra ketika ditanya kenapa tidak dibangun Mushollanya di darat agar bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar seperti fungsinya sebagai tempat ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya. 

    Eswandi mengatakan tidak mendapatkan hibah lahan dari masyarakat, dan mengaku susah mendapatkan hibah lahan, sementara kalau di bangun dalam sungai boleh-boleh saja karena DAS ( Daerah Aliran Sungai)

    "Karena harus menyesuaikan, harus ada hibah, ini hibah tak dapat, masyarakat tak mau hibah, kalau di sungai itu boleh karena DAS," Ucap Penghulu Eswandi

    Menurut informasi dari sumber masyarakat yang melewati jalan arah sungai tersebut, pada Selasa (27/06/2023) menyebutkan, bahwa Musholla yang telah dibangun tersebut sampai saat ini belum pernah dimanfaatkan, soalnya letaknya di sungai, bahkan bentuk Mushollanya seperti itu saja semacam pondok biasa, hanya plong begitu saja tidak seperti bentuk Musholla pada umumnya

    "Katanyo itu Musholla, itu tak pernah dimanfaatkan untuk ibadah, macam Mano pulak nak ibadah model macam tu, tak nyamanlah ye. Kelihatannyo hanya seperti pondok biaso tu ye, tak macam musholla pada umumnyo," ucap sumber warga yang lewat disekitar sungai tersebut dengan logat melayu**(Hadie)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler