• Jelajahi

    Copyright © Populer Riau
    Best Viral Premium Blogger Templates

     


    Iklan

    | SEPUTAR RIAU

    Dukung Program Sawit Berkelanjutan Perwakilan Kedubes Swiss Temui Wakil Bupati Siak

    Minggu, 16 April 2023, April 16, 2023 WIB Last Updated 2023-06-28T21:26:46Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Photo Wakil Bupati Siak Husni Merza saat menerima kedatangan  Perwakilan (SECO) untuk Indonesia, Perwakilan dari UNDP serta Projek Manager Core SPLP Jimmy di Zamrud Room Komplek Perumahan Abdi Praja Siak (13/04/2023)

    SIAK --Kedutaan besar (Kedubes) Swiss untuk Indonesia, Bidang Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Switzerland (SECO) didampingi Global UNDP FACS Team United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Siak, di terima langsung Wakil Bupati Siak dan kepala Dinas Perkebunan kabupaten Siak Irwan Kurniawan pada Kamis lalu, di Zamrud Room Komplek Perumahan Abdi Praja (13/04/2023)

    Kedatangan perwakilan Kedubes Swiss Bidang Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Switzerland (SECO) ke kabupaten Siak dalam rangka mendukung RAN KSB program Siak Pelalawan Landscape Programme (SPLP). Lewat Program pembangunan kelapa sawit berkelanjutan di Provinsi Riau, kabupaten Siak.

    “Pemerintah Swiss mendukung program Siak Pelalawan Landscape Programme (SPLP) berupa pendanaan,”ujar Kepala Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Swiss (SECO) untuk Indonesia Phillip Orga.

    Philip menerangkan, Badan kerja sama Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Switzerland (SECO) sejak tahun 2015 bersama Kementerian Pertanian melaksanakan kerjasama dengan United Nation Development Program (UNDP) dan Lembaga Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Switzerland (SECO).

    Tujuannya, dalam rangka pembangunan kelapa sawit berkelanjutan dan salah satu output yang dihasilkan adalah terbitnya Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN KSB) 2019-2024.

    Pelaksanaannya dimandatkan kepada 14 kementerian/lembaga, pemerintah daerah 26 provinsi penghasil kelapa sawit, serta pelaku usaha dan mitra pembangunan melalui kerjasama dengan beberapa mitra pembangunan. 

    “Maka sejak 2022 UNDP dan SECO meningkatkan dukungan dalam pelaksanaan RAN KSB di kabupaten Siak dan Pelalawan melalui program Core Siak Pelalawan landscape Program yang berkelanjutan Indonesia (Core SPLP) dalam rangka inisiasi pelaksanaan program SPLP, selanjutnya, kita melakukan kunjungan lapangan seperti hari ini kita laksanakan di kabupaten Siak,” Terang Philip dalam bahasa Inggris di terjemahkan oleh Jimy dari Core SPLP.

    Lanjutnya, program  Siak Pelalawan Landscape Program yang berkelanjutan Indonesia (SPLP), dapat meningkatkan keberhasilan program RAN KSB di tingkat kabupaten,”Salah satu bidang yang menjadi fokus kerjasama antara Swiss dan Indonesia salah satunya adalah kelapa sawit berkelanjutan. Pemerintah swiss akan mendukung pendanaan sebesar Fr 65 juta Franc Swiss (mata uang Swiss) melalui kerjasama ini nanti ditargetkan dapat membantu pembangunan sawit berkelanjutan di Indonesia,”terangnya.

    Dengan dukungan pendanaan ini, pemerintah swiss mendukung 30 proyek yang tersebar di Indonesia. Salah satunya komoditas berkelanjutan, edukasi, akses pembiayaan, pariwisata berkelanjutan.

    "Kerjasama ini terkait vtrip perdagangan bebas, salah satu poin nya. mendorong komoditas berkelanjutan dari Indonesia bisa di ekspor ke Swiss. Sebagai informasi Swiss bukan merupakan anggota UNI Eropa, kondisi ini, yang membuat Swiss bisa menjalankan kebijakannya dengan lebih bebas. Lewat perjanjian perdagangan bebas ini. Dimana nanti nya pemerintah indonesia bisa mengekspor ke Swiss seperti minyak sawit yang berkelanjutan,”ucapnya.

    Dirinya, telah banyak mendengar komitmen kabupaten Siak terhadap program Siak Hijau, pemanfaatan alam dengan mengutamakan prinsip pelestarian lingkungan, serta mendukung komoditas kelapa sawit yang berkelanjutan.

    “Saya sudah dengar program siak hijau yang di miliki kabupaten Siak, Komitmen ini berkaitan dengan sawit lestari. Tadi pagi kami sudah berkunjung ke kampung Koto Ringin, kecamatan Mempura melihat langsung petani menanam sawit di lahan gambut yang memperoleh sertifikat RSPO. Contoh -contoh seperti lah yang akan di jalankan. Program SECO mendukung pemerintah kabupaten Siak, untuk mewujudkan lebih banyak sawit berkelanjutan dari kabupaten Siak,”terangnya.

    Sementara itu, dari Core Siak Pelalawan Landscape Programme (Core SPLP) Jimy sebagai Projek Manager mengatakan Core SPLP mendukung pemerintah kabupaten Siak saat ini sudah 14 kampung di kabupaten Siak di lakukan pendampingan. Targetnya 25 kampung sekabupaten Siak.

    “Melalui Program pendampingan di Desa ini, harapannya dalam pengelolaan Sumber Daya Alam tata kelola lahannya akan semakin baik, dari segi kebakaran lahan menurun dan masyarakat bisa sejahtera melalui program sawit berkelanjutan,”kata dia.

    Lanjutnya, saat ini Core SPLP di dukung oleh delapan perusahaan Cargil L’oreal, Musim Mas, Neste, Pepsico, Unilever, Danone dan Sinarmas,”Target program kami bagaimana membuat produk sawit berkelanjutan di kabupaten Pelalawan dan Siak. Kami juga bersyukur dapat tambahan tenaga dari pemerintah Swiss,”kata dia. 

    Terpisah Wakil Bupati Siak Husni Merza sangat mendukung program yang baik ini, ia juga menceritakan sekilas komitmen Pemkab Siak dengan program Siak Hijau, serta keberhasilan dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan serta menjaga ekosistem gambut yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

    “Kami berharap melalui  landscape berkelanjutan Indonesia dapat meningkatkan keberhasilan program RAN KSB di tingkat kabupaten. Melalui SECO kerjasama Core SPLP menghasilkan program yang mampu mengedukasi dan mensejahterakan masyarakat kabupaten Siak,”singkat Husni, minggu, (16/4/2023). 

    Acara itu, selain di hadiri Phillip Orga juga di hadiri Kepala Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Swiss (SECO) di Indonesia, Dine Chandra Devi, National Program Officer, SECO, Global UNDP FACS Team dan UNDP Indonesia, Iwan Kurniawan, NRM Program Manager, Environment Unit, UNDP Indonesia, Rini Indrayanti, Indonesia Platform Manager, UNDP Indonesia, Nicolas Petit, Program Lead Advisor, UNDP FACS.(rls/hadi).

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler